Uncategorized JALUR PPDB 2024

JALUR PPDB 2024

Jalur PPDB dinas pendidikan provinsi Jawa Barat tingkat SMA terdiri dari jalur zonasi, jalur keluarga ekonomi tidak mampu (ketm), jalur penyandang disabilitas dan berkebutuhan khusus (pdbk), jalur perpindahan tugas orang tua/anak guru, jalur prestasi rapor dan kejuaraan.

  1. Jalur Afirmasi
    Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus penyandang disabilitas dan anak Cerdas Istimewa
    dan Bakat Istimewa. Jalur Afirmasi bagi Calon Peserta Didik Baru yang berasal dari Keluarga Ekonomi Tidak Mampu merupakan jalur pendaftaran PPDB yang diperuntukan bagi Calon Peserta Didik yang masuk dalam program penanganan keluarga tidak mampu baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Hal ini dibuktikan dengan terdaftarnya calon peserta didik baru dalam data resmi daftar warga tidak mampu dari Dinas Sosial yakni terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan/atau data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau memiliki kartu keikutsertaan dalam program penanganan kemiskinan dari pemerintah pusat atau daerah meliputi:
    a. Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Program Indonesia Pinter yang terdaftar pada Dapodik. Keabsahan keikutsertaan Program Indonesia Pintar (PIP) dapat diverifikasi melalui website Puslapdik: pip.kemdikbud.go.id dengan memasukkan NISN (Nomor Induk Sekolah Nasional) dan NIK (Nomor Induk Keluarga); atau
    b. Kartu Program Keluarga Harapan (PKH)/Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)/Kartu Beras Sejahtera (KBS)/Kartu Sembako Murah (KSM)/ atau bukti lain yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah.
    Jalur Afirmasi bagi calon Peserta Didik Berkebutuhan Khusus diperuntukan bagi penyandang disabilitas dan anak cerdas istimewa dan bakat istimewa yang dibuktikan dengan surat hasil diagnosa atau penilaian kekhususan dari ahli/psikolog/tenaga medis.

2. Jalur Zonasi
Jalur Zonasi merupakan jalur PPDB pada SMA, dengan seleksi melalui pemeringkatan jarak terdekat domisili Calon Peserta Didik ke satuan pendidikan dan memperhatikan sistem pembagian wilayah menjadi beberapa zona dengan mempertimbangkan letak geografis, wilayah administratif, dan penyebaran satuan pendidikan serta proyeksi lulusan SMP/MTs. PPDB Jalur Zonasi dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Zona adalah kawasan atau area yang meliputi beberapa wilayah administratif pemerintahan tingkat kabupaten/kota, kecamatan dan/atau desa/kelurahan dalam jarak terdekat dengan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dan ditetapkan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan usulan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS), dikoordinasikan dan disetujui oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.
b. Domisili Calon Peserta Didik dari zona yang berbeda dengan satuan pendidikan, ditetapkan menjadi satu zona jika tempat domisili terletak di wilayah administratif desa/kecamatan yang berbatasan
dengan zona tempat satuan pendidikan (ditetapkan sebagai daerah irisan sebagaimana ditetapkan pada pembagian Zonasi yang telah ditetapkan).
c. Seleksi PPDB pada Jalur Zonasi mengutamakan jarak terdekat domisili Calon Peserta Didik dengan satuan Pendidikan.
d. Jarak domisili dihitung berdasarkan jarak dari domisili/tempat tinggal ke Satuan pendidikan menggunakan sistem teknologi informasi.
e. Bagi satuan pendidikan yang berada di daerah perbatasan Provinsi, penetapan zonasi dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan secara tertulis antar Pemerintah Daerah dengan ketentuan:
1) satuan pendidikan mengajukan daya tampung bagi peserta didik dari luar provinsi melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah untuk ditetapkan Dinas Pendidikan;
2) Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dari Provinsi lain untuk melakukan kesepakatan; dan
3) kesepakatan yang telah ditetapkan ditindaklanjuti dengan input kuota luar provinsi pada sistem aplikasi PPDB.
f. Dalam hal terdapat penambahan kecamatan pada penetapan zonasi dapat dilakukan dengan ketentuan dituangkan dalam Surat Keputusan yang ditandatangan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah dan dikoordinasikan kepada kepala Dinas Pendidikan.
g. Calon Peserta Didik Jalur Zonasi 50% (lima puluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.
h. Calon Peserta Didik yang diterima melalui Jalur Zonasi adalah Calon Peserta Didik yang berdomisili pada satu Zona dengan sekolah yang dituju, mengutamakan jarak tempat tinggal terdekat dengan satuan
Pendidikan.
i. Ketentuan mengenai jalur pendaftaran PPDB melalui zonasi dikecualikan bagi:
1) SMK;
2) satuan pendidikan kerja sama;
3) satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan khusus
atau pendidikan layanan khusus;
4) satuan pendidikan berasrama;
5) satuan pendidikan di daerah yang jumlah penduduk usia satuan
pendidikan tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta
didik dalam 1 (satu) rombongan belajar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *